Skip to main content

MENGATASI GANGGUAN TIDUR


   Tidur sangat penting bagi manusia. Saat tidur, organ-organ tubuh beristirahat dan sel-sel tubuh yang rusak mengalami perbaikan. Asam laktat (penyebab kecapekan) juga dinetralisir saat tidur sehingga ketika bangun tubuh terasa segar kembali. Tidur yang cukup juga mampu menstabilkan emosi. Kurang tidur akan menyebabkan turunnya tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerja.
Hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.
Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari). Jenisnya ada tiga, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia antara lain:

Fisik yang Terganggu
 
Beberapa penyakit fisik dapat menyebabkan insomnia, misalnya asma, rematik, demam, maag, penyakit ginjal dan thyroid. Penyakit-penyakit ini tentunya harus diatasi terlebih dahulu. Untuk penderita asma diterapi dahulu sesak nafasnya, penderita rematik diterapi nyerinya dan seterusnya.

Psikis yang Terganggu
 
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter tidak ditemukan penyakit fisik tertentu, faktor psikis baru dipertimbangkan sebagai penyebab insomnia.
Bukan hanya problematika kehidupan saja yang menyebabkan orang susah tidur, bahkan memikirkan kekasihnya yang tinggal berjauhan pun bisa mengakibatkan tidurnya terganggu. Untuk itu, diperlukan kesadaran dari orang tersebut untuk menyelesaikan permasalahannya secara proporsional dengan penuh usaha, dan sabar. Ini bisa dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan psikolog. Sebaiknya jangan menggunakan obat tidur tanpa anjuran dari dokter.

Penggunaan Obat-Obatan dan Alkohol
 
Penggunaan minuman keras dan narkotika akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan yang normal.

Lingkungan yang Mengganggu
 
Kondisi lingkungan tertentu, semisal suara bising, lampu sangat terang, akan mengganggu konsentrasi tidur. Maka aturlah lingkungan kamar tidur Anda senyaman mungkin, tenang dan sedikit gelap.

Kebiasaan Buruk
 
Sebaiknya hindarilah kebiasaan-kebiasaan buruk di bawah ini:
1. Hindari minum kopi atau pun makanan dan minuman berkafein dari sore hingga malam menjelang tidur. Kafein dapat merangsang saraf sehingga Anda menjadi sulit tidur.
2. Hindari kegiatan lain di atas ranjang yang tidak ada kaitannya dengan tidur, misalnya makan atau bekerja. Hal ini berguna untuk membuat Anda terbiasa bahwa ketika di ranjang maka itulah saatnya tidur.
Selain mengatasi penyebab-penyebab insomnia di atas, ada baiknya Anda mencoba mengatur pola tidur Anda sestabil mungkin. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya, walaupun hari libur. Biasakan menepati jadwal itu agar pola tidur Anda normal kembali.
Belajar teknik relaksasi juga tidak ada ruginya. Sebagian orang bahkan melakukan hal-hal tertentu (yang kadang tidak masuk akal) untuk mendapatkan suasana rileks ini, antara lain:
1. Mandi air hangat
2. Menghitung domba
3. Tidur menghadap ke utara
4. Menggerak-gerakkan jari kaki
5. Mengelus perut
6. Tarik napas dalam
7. Membayangkan sesuatu yang "indah"
8. Menghitung mundur
9. Mendengarkan radio hingga tertidur

Comments

Popular posts from this blog

Materi Safety Talks : Kondisi Tidak Aman

Kondisi Tidak Aman Kondisi Tidak Aman merupakan suatu keadaan (umumnya tempat kerja) yang ada di sekitar kita yang memiliki potensi menyebabkan cidera atau kecelakaan kerja serta kerusakaan lainnya.   Kadang kala kita membiarkan kondisi lingkungan kerja berantakan, sembrawut, dan tidak rapi serta berbagai kondisi lainnya. Tanpa kita sadari sebenarnya kita sedang mengumpulkan bahaya-bahaya di tempat kerja kita dan tinggal menunggu bagaimana itu menjadi sebuah kecelakaan baik terjadi pada kita atau orang lain. Berikut ini beberapa contoh Kondisi Tidak aman yang sering kita jumpai : 1. Barang yang menghalangi apar/ hydrant atau pintu keluar atau area pejalan kaki 2. Kabel terkelupas/ terbuka  3. Kondisi kabel power yang tergenang air 4. Kondisi di area pengecekkan barang yang gelap (minim cahaya) 5. Kondisi lantai licin dipenuhi oli tumpah 6. Barang yang ditumpuk terlalu tinggi dan berpotensi roboh 7. Dan berbagai kondisi lainnya yang dapat menimbulkan cidera at...

Pesan Keselamatan Kerja Agar Selamat Setiap Hari

Pesan Keselamatan Kerja untuk karyawan Workshop : 1.Keselamatan adalah prioritas utama kita di bengkel ini. Pastikan selalu mengenakan perlindungan diri seperti helm, sarung tangan, dan sepatu keselamatan saat bekerja. 2.Jangan pernah mengabaikan prosedur keselamatan. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan dan mesin-mesin agar selalu dalam kondisi yang aman untuk digunakan. 3.Ingatlah bahwa keselamatan bukanlah kebetulan, melainkan sebuah pilihan. Jadilah contoh yang baik dengan selalu mematuhi aturan keselamatan di tempat kerja. 4.Kami peduli akan keselamatan Anda. Laporkan segera setiap kondisi atau kejadian yang dapat membahayakan agar tindakan preventif dapat segera diambil. 5.Kerja keras dan cerdas adalah kunci kesuksesan, tetapi keselamatan adalah fondasi yang tak tergantikan. Selalu prioritaskan keselamatan dalam setiap tugas yang Anda lakukan. 6.Setiap tindakan keselamatan yang Anda lakukan adalah investasi bagi masa depan. Jaga diri Anda sendiri dan sesama de...

Selamatkan Jari-Jari Anda

Panduan Keselamatan Kerja untuk Mekanik   Panduan ini menyoroti pentingnya keselamatan kerja bagi mekanik, khususnya untuk melindungi jari dan tangan dari cedera. Cedera pada jari dan tangan sangat umum di lingkungan kerja mekanik, seringkali mengakibatkan hilangnya fungsi, rasa sakit kronis, dan bahkan cacat permanen. Pencegahan adalah kunci untuk menghindari konsekuensi ini.   Memahami Risiko:   Lingkungan kerja mekanik penuh dengan potensi bahaya bagi jari dan tangan. Mesin yang bergerak, alat tajam, dan bahan kimia berbahaya hanyalah beberapa contohnya. Risiko meningkat jika mekanik tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat atau tidak mengikuti prosedur keselamatan yang benar. Beberapa risiko spesifik meliputi:   - Terjepit : Bagian tubuh, terutama jari, dapat terjepit di antara bagian mesin yang bergerak. - Terpotong : Alat tajam seperti pisau, gergaji, dan pahat dapat menyebabkan luka potong yang serius. - Tergores : Permukaan mesin...