Skip to main content

Posts

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA

  1. KTA – Kondisi Tidak Aman (Unsafe Condition) ➤ Definisi: Kondisi di lingkungan kerja yang secara fisik/mechanical/environmental berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja, kerusakan alat, atau gangguan operasional. ➤ Kategori KTA di tambang: Kategori Contoh di lapangan Kondisi alat Rem dump truck tidak berfungsi, lampu mati, indikator rusak Kondisi jalan Jalan berlubang, licin, longsor, tidak ada guardrail di tikungan Kondisi area kerja Ventilasi kurang (di tambang bawah tanah), tidak ada pagar di area berbahaya Kondisi lingkungan Penerangan kurang, kabel berserakan, suara bising ekstrem Kondisi prosedural Tidak ada rambu, SOP tidak tersedia atau tidak update ➤ Efek: Potensi menyebabkan kecelakaan walau pekerja sudah berhati-hati Seringkali dianggap "biasa", padahal bahaya laten   2. TTA – Tindakan Tidak Aman (Unsafe Act) ➤ Definisi: Perilaku atau tindakan dari individu yang menyimpang dari prosedur keselamatan dan dapat mengakibatkan kecelakaan atau insiden. ➤ K...

Keselamatan: Mulai dari Komunikasi

Keselamatan: Mulai dari Komunikasi Keselamatan kerja bukan sekadar peraturan dan prosedur, melainkan budaya yang dibangun dari komunikasi yang efektif. Seberapa sering kita mendengar tentang kecelakaan kerja yang sebenarnya bisa dicegah jika saja komunikasi antara atasan dan bawahan berjalan lancar? Faktanya, banyak kecelakaan kerja terjadi karena miskomunikasi, instruksi yang kurang jelas, atau bahkan keengganan untuk menyampaikan potensi bahaya.   Bayangkan skenario ini:  Seorang pekerja baru diinstruksikan untuk mengoperasikan mesin berat tanpa pelatihan yang memadai. Atasan mungkin menganggap pekerja tersebut sudah mengerti, sementara pekerja tersebut merasa ragu namun takut bertanya karena khawatir dianggap tidak kompeten. Akibatnya? Kecelakaan kerja yang bisa saja dihindari.   Komunikasi yang efektif dalam keselamatan kerja mencakup beberapa aspek penting:   - Instruksi yang Jelas dan Ringkas:   Atasan harus memberikan instruksi kerja...

Selamatkan Jari-Jari Anda

Panduan Keselamatan Kerja untuk Mekanik   Panduan ini menyoroti pentingnya keselamatan kerja bagi mekanik, khususnya untuk melindungi jari dan tangan dari cedera. Cedera pada jari dan tangan sangat umum di lingkungan kerja mekanik, seringkali mengakibatkan hilangnya fungsi, rasa sakit kronis, dan bahkan cacat permanen. Pencegahan adalah kunci untuk menghindari konsekuensi ini.   Memahami Risiko:   Lingkungan kerja mekanik penuh dengan potensi bahaya bagi jari dan tangan. Mesin yang bergerak, alat tajam, dan bahan kimia berbahaya hanyalah beberapa contohnya. Risiko meningkat jika mekanik tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat atau tidak mengikuti prosedur keselamatan yang benar. Beberapa risiko spesifik meliputi:   - Terjepit : Bagian tubuh, terutama jari, dapat terjepit di antara bagian mesin yang bergerak. - Terpotong : Alat tajam seperti pisau, gergaji, dan pahat dapat menyebabkan luka potong yang serius. - Tergores : Permukaan mesin...

PSIKOTES PAPI KOSTICK

Aspek-aspek yang diukur oleh Tes PAPI Kostick Tes PAPI Kostick dibuat oleh Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an, yang mengacu pada kepribadian H. A Murray. Tes PAPI Kostick terdiri dari 20 aspek kepribadian seperti Need to finish task, Hard intense worked, Need to achieve, Leadership role, Need to control others dan seterusnya. Ke 20 kepribadian menurut Tes PAPI Kostick sebagai berikut: 1. Leadership Role (Aspek L) Aspek yang menggukur peran sebagai pemimpin. ✓Skor 5-9 : yaitu tingkat dimana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana ia mencoba menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya. ✓Skor 4-0 : cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja 2. Need to Control Others (Aspek P) Kebutuhan untuk mengatur orang lain. ✓Skor 5-9 : tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi orang yang bertanggung jawab. ✓Skor 4-0 : menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan tindakan ora...

PSIKOTES PAPI KOSTICK

Aspek-aspek yang diukur oleh Tes PAPI Kostick Tes PAPI Kostick dibuat oleh Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an, yang mengacu pada kepribadian H. A Murray. Tes PAPI Kostick terdiri dari 20 aspek kepribadian seperti Need to finish task, Hard intense worked, Need to achieve, Leadership role, Need to control others dan seterusnya. Ke 20 kepribadian menurut Tes PAPI Kostick sebagai berikut: 1. Leadership Role (Aspek L) Aspek yang menggukur peran sebagai pemimpin. ✓Skor 5-9 : yaitu tingkat dimana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana ia mencoba menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya. ✓Skor 4-0 : cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja 2. Need to Control Others (Aspek P) Kebutuhan untuk mengatur orang lain. ✓Skor 5-9 : tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi orang yang bertanggung jawab. ✓Skor 4-0 : menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan tindakan ora...

Keselamatan Adalah Tanggung Jawab Anda

Keselamatan adalah tanggung jawab Anda" merupakan pesan penting yang mengingatkan semua orang untuk selalu memprioritaskan keselamatan di tempat kerja. Pesan Keselamatan Kerja tambahan yang bisa Anda gunakan: 1."Keselamatan bukanlah kebetulan, itu adalah pilihan." 2."Jaga keselamatan, lindungi masa depan." "Keselamatan adalah investasi terbaik untuk hari esok." 3."Keselamatan bukanlah tujuan, tetapi merupakan cara hidup." 4."Tidak ada pekerjaan yang begitu penting sehingga Anda harus mengorbankan keselamatan Anda." 5."Keselamatan adalah harga yang harus dibayar untuk keberlanjutan produktivitas." 6."Jangan mempertaruhkan hidup Anda dengan mengabaikan keselamatan." 7."Keselamatan adalah hak setiap pekerja, jangan pernah mengambilnya dengan ringan." 8."Keselamatan adalah kunci untuk menjaga produktivitas dan kualitas kerja." 9."Keselamatan bukanlah tanggung jawab satu orang, te...

Safety Mindset for Accident

Memiliki pola pikir keselamatan sangat penting untuk mencegah kecelakaan.   Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diingat:  1.Kesadaran:  Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar Anda, potensi bahaya, dan prosedur keselamatan. Tetap waspada dan fokus pada keselamatan setiap saat.   2.Komunikasi:  Berkomunikasi secara jelas dan efektif dengan anggota tim Anda tentang protokol keselamatan, potensi risiko, dan kekhawatiran apa pun yang mungkin Anda miliki.   3.Pelatihan:  Dapatkan informasi terkini tentang pelatihan keselamatan dan pedoman yang relevan dengan pekerjaan atau lingkungan Anda. Pelatihan teratur membantu memperkuat praktik yang aman dan membuat Anda tetap siap menghadapi keadaan darurat.  4.Pendekatan Proaktif:  Ambil pendekatan proaktif terhadap keselamatan dengan mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko sebelum menjadi kecelakaan. Laporkan segera masalah keselamatan atau kejadian nyaris celaka....